Materi

[Materi][twocolumns]

Diskusi Kepenulisan Bareng Arief Siddiq Razaan - Tamu Istimewa Kofiku

komunitas fiksi kudus

Biodata Arief Siddiq Razaan


Nama : Dani Sukma Agus Setiawan, S.Pd., M.Pd

Nama Pena : Arief Siddiq Razaan

Pendidikan :
Menamatkan pendidikan sarjana/S1 di Universitas Negeri Medan dan Pascasarjana/S2 di Universitas Negeri Malang mengambil program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Komunitas:
Mendirikan Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK) yang tersebar di Medan, Aceh, Padang Lawas, dan Malang. Membina beberapa komunitas sastra, antara lain Anak Medan Cakap Sastra (AMCS), Diskusi Sastra Indonesia (DIKSI), dan Komunitas Mahasiswa Pecinta Sastra Indonesia (Kompensasi).

Pekerjaan:
- Dosen di Universitas Prima Indonesia dan Universitas Medan Area.
- Redaktur Puisi di portal: sastramedan[dot]com
- Penulis tetap di laman: bahasaperempuan[dot]com

Moto/Misi dalam Hidupnya : "Memuliakan Hidup Lewat Tulisan"

Karya :
Karyanya dimuat beberapa media massa, antara lain: Lintas Gayo, Harian Waspada, Harian Analisa, Harian Medan Bisnis, Harian Surya, Harian Suara Pembaruan, Radar Malang, Islam Pos dan lain-lain. 

Selain daripada itu, karyanya termaktub dalam beberapa buku, yakni:
1) Antologi Cerpen Langkah-langkah Kecil Mengejar Matahari (Leutika Prio) 
2) Antologi Cerpen Topeng Manusia (Leutika Prio) 
3) Antologi Flash Fiction Kampoeng Horas (Leutika Prio) 
4) Antologi Puisi Bumi Indonesia Kami Tercinta (Hasfa Arias) 
5) Antologi Cerpen Para Penanti (Mentiko Publisher) 
6) Antologi Puisi Kanvas Sastra (Pustaka Garputala) 
7) Antologi puisi Suara Peri dan Mimpi (Laboratorium Sastra Medan) 
8) Antologi Puisi 20 Penyair Medan (Laboratorium Sastra Medan) 
9) Prosa Liris 99 Rahim Per(EMPU)an (LoveRinz) 
10) Tentang Hujan Paling Doa yang Menjantung Deras di Dada Dekta (Obelia Publisher) 

Kerap diundang sebagai pembicara, antara lain:
1) Diundang sebagai pembicara menyampaikan materi Sastra Era Digital di DAAI TV yang disiarkan dalam acara bertajuk Gurindam
2) Di Toko Buku Toga Mas Malang membedah buku Petaka Sastra Jendra
3) Di radio MAS FM malang dengan materi Sastra Berbasis Komunitas

Fb : Arief Siddiq Razaan
Ig : Arief Siddiq Razaan


🍃DISKUSI🍃

📝Bagaimana cara mengatasi atau menyakinkan diri kita sendiri, ketika ditengah perjalan saat kita menuliskan sesuatu misal cerpen ataupun yang lainnya. Dan kita merasa cerita kita sudah basi sudah banyak beredar di pasaran, Pak?

📚Jawab📚

Sugesti memang dapat meruntuhkan moral seorang penulis, termasuk sugesti menyangkut cerita yang kita buat sudah banyak beredar di pasaran dan basi. Tetapi saya mau bertanya, cerita apa yang tidak basi? Nyaris semua cerita itu tiruan kehidupan manusia (mimesis) sehingga pada prinsipnya penulis hanya memindahkan gagasan dan pengalaman batinnya menyangkut realitas kehidupan manusia lewat karya. Berdasarkan hal ini, maka jangan menyugesti cerita kita basi, percayalah cerita apapun itu mimesis. Tugas kita bukan tentang ketakutan cerita kita basi, tetapi takutlah saat kita tidak menulis cerita dengan jujur yakni melakukan tindakan plagiat.



📝Disaat kita sudah disibukan dengan kegiatan luar dan kita menjadi malas untuk menulis kembali karena waktu yang kurang longgar atau kurang santai, bagaimana caranya biar menulis tetap lancar ditengah tengah kesibukan, Pak?

📚Jawab📚

Menulis itu disempatkan, dirutinkan dan dibiasakan. Saya pribadi sangat sibuk, menjadi dosen di beberapa kampus. Namun saya sudah komitmen menulis setiap hari. Meluangkan waktu sebelum berangkat kerja, saat ada istirahat makan siang, dan saat sudah pulang. Masalah ide untuk tulisan, saya bisa mendapatkan dari baca buku, dari pengalaman saat mengajar atau bahkan dengan memaksa memunculkan ide melalui metode 10 kata pemantik imaji. Yakni menulis cerita dengan modal 10 kosakata yang melintas di kepala atau dari nama benda yang ada di sekitar saya.


📝Bagaimana caranya menciptakan buku yang sangat digandrungi pembaca, Pak?

📚Jawab📚

Cara menciptakan buku yang digandrungi pasar tentu bervariasi. Ada dari segi topik yang diangkat, ada dari gaya bercerita, ada dari segi pemilihan endors (komentar pembaca awal), ada dari segi desain sampul. Kalau saya pribadi lebih menekankan topik yang digarap, dengan melihat segmentasi pembaca terbanyak. Saya meyakini, pembaca terbanyak itu kaum perempuan, karena ibu rumah tangga jauh lebih dominan berada di rumah daripada wanita karir. Dengan acuan ini, ibu rumah tangga adalah segmen pembaca yang patut dipertimbangkan dari segi jumlah, maka saya menulis buku 99 Rahim Per(EMPU)an dan sudah masuk cetakan ke tiga.


🍃SESI 1🍃

📝Pak, kalau sudah membuat satu cerita tapi kemudian berhenti ditengah jalan, bagaimana ya caranya agar bisa berjalan lagi?

📚Jawab📚

Saya pribadi tidak pernah memaksakan satu cerita harus selesai pada hari itu juga. Kalau memang belum bisa dapat ide, maka saya simpan cerita yang belum selesai tadi. Biasanya, saya selingi dengan mendengarkan musik, menonton drama Korea, atau membaca buku. Umumnya pikiran sedikit lebih santai, gagasan baru bisa ditemukan. Bila tidak juga bisa melanjutkan, saya tempel di dinding. Biar jadi motivasi ada hutang cerita yang belum selesai.


📝Apa kendala Anda dalam menulis buku liris 99 rahim per(empu)an?

📚Jawab📚

Kendala dalam menulis buku 99 Rahim Per(EMPU)an boleh dikatakan nyaris tidak ada. Bagi saya, perempuan itu sosok yang tak pernah kehabisan bahan untuk dijadikan dijadikan cerita. Misalnya, perempuan sebagai ibu, perempuan sebagai istri, perempuan sebagai anak, perempuan sebagai kekasih, perempuan sebagai mantan, perempuan sebagai wanita yang jadi istri ke dua, perempuan sebagai tokoh pendidikan, dan seterusnya. Jadi segala hal yang bisa dimasuki perempuan saya gali data, saya cari referensi, saya garap jadi karya dengan gaya saya sendiri.


📝Buku kakak yang terbaru tentang apa? Menceritakan apa? Ide nya darimana? Penggarapan berapa lama?

📚Jawab📚

Sedang menggarap dua naskah, pertama Tentang Hujan Paling Doa yang Menjantung Deras di Dada Dekta  kemudian menggarap juga Novel. Tapi saat ini sedang fokus garap skenario film, jadi belum fokus menyelesaikan. Harapannya akhir tahun ini satu buku terbit lagi. Buku pertama tadi menceritakan tentang pencarian Dekta (Adek Tercinta) sebagai karib rumah tangga, perjuangan menemukan sosok perempuan yang bisa jadi istri. Buku novel itu tentang taaruf.


🍃SESI 2🍃

📝Kak nama penanya Dani Sukma? Menurut kakak seberapa penting sih nama pena itu? Apakah berpengaruh?

📚Jawab📚

Nama asli Dani Sukma, nama pena Arief Siddiq Razaan. Kita bicara sejarah, dahulu mengapa penulis pakai nama pena, sebab karya dijadikan alat perlawanan. Alat untuk propaganda, pembakar jiwa patriotisme, dan penyebaran ideologi. Penulis memakai nama pena untuk melindungi jiwanya agar tidak dibunuh karena tulisannya dianggap melawan kekuasaan. Pada masa sekarang, nama pena digunakan dengan beragam alasan. Salah satunya memunculkan kesan misterius, atau sugesti terhadap nama unik yang membuat orang penasaran. Kalau saya pribadi, kenapa dulu pakai nama pena, di tahun 2016 dikontrak oleh Islam Pos jadi salah satu penulis tetap, karena media Islam maka saya pakai nama pena dan merasa perlu.
Terkait pengaruh nama pena, bagi saya saat menggunakan nama pena Islami. Tentu mendorong untuk membuat karya yang kuat dalam hal keislaman, maka menggali literatur jadi kebutuhan.


📝Saya sering kesulitan menulis puisi, karena beranggapan bahwa puisi harus punya diksi yang indah dan penuh dengan penyembunyian maksud

📚Jawab📚

Menulis puisi harus punya diksi yang indah dan penuh makna. Itu secara teori, kenyataannya banyak puisi yang tampil apa adanya namun sangat mudah merasuk ke hati. Bagi saya, puisi yang baik itu puisi yang menyentuh hati. Tapi kalau mau tahu cara menciptakan diksi yang mudah dan indah, coba pakai teknik ranting kata. Mengaitkan kata benda dan kata sifat. 

Teknisnya, pilih satu kata benda dan kata sifat untuk dirantingkan. Contoh: POHON (kata benda) dan MENYAYANGI (kata sifat) 

Lalu cari kosakata terkait kata pohon, antara lain: bunga, ranting, daun, rimbun, akar

Kemudian kata meyayangi, antara lain: kesetiaan, kerinduan, cinta

Kemudian silakan gabungkan jadi kalimat puitis, contoh:

Dedaun cinta yang engkau rimbunkan di reranting hatiku
Kini telah menumbuhkan bunga-bunga kesetiaan di relung kalbu
Hingga akar kerinduan menghunjam dalam jiwaku
Dan aku tak bisa berpaling dari kasihmu


📝Bapak puisinya banyak. Itu semua ditulis/dikumpulkan berapa lama?
Satu lagi pak, (untuk bab puisi) bapak termasuk yang mana: ide bapak cari, atau bapak menunggu turunnya ilham.

📚Jawab📚
Saya itu membiasakan nulis tiap hari. Jadi tulis, posting, lupakan. Begitu seterusnya, kebiasaan ini sekaligus melatih keterampilan menulis. Kalau bagus ya syukur, jelek juga biarin, sebab puisi itu sangat relatif menilainya. Saya menulis puisi sejak SMA, tapi kalau dimuat di koran sejak tahun 2006. Bagi saya, menulis puisi itu mudah, jadi tidak menunggu ilham, kalau nulis ya tulis saja.


🍃SESI 3🍃

📝 Tiap bikin status fb yang ujungnya serima itu berapa lama kak?

📚Jawab📚
Ini tulisan paling gampang. Ada tekniknya, buka www[dot]rimakata[dot]com, klik pada sudut kanan atas lalu pilih rima akhir sempurna. Ketik satu kata lalu cari. Nanti dapat kosakata dengan akhiran sama. Tinggal buat tulisan dan diakhiri dengan temuan kata berakhiran sama tadi.


📝Kalau naskah itu berhentinya lama sekali, apakah caranya juga sama pak?

📚Jawab📚
Saya pernah buat cerpen baru selesai setelah 4 bulan. Jadi santai saja, jangan gara-gara satu cerita tidak selesai kemudian dipikirkan. Buat saja cerita lain.


🍃PENUTUP🍃

Menulislah, kamu tahu apa sebabnya? Tiada lain tiada bukan, Allah saja punya satu karya abadi yakni Al-Qur'an. Tak ada yang berani mengklaim isi Al-Qur'an itu karya manusia. Jadi tanpa kita sadari Allah punya satu buku (kitab) yang mana wahyu-Nya disalin oleh Nabi dan para sahabat Nabi. Jika Allah punya satu buku maka mengapa kita tidak mau bercita-cita menerbitkan satu buku sebelum mati.



Contoh latihan

5 Kata dari teman Kofiku : Doa, signal, hujan, lapar, anak sapi.

5 Kata dari teman Kofiku lainnya⁩ : Kabut, elegi, telaga, jarak, kenangan.

***

Teknik 10 kata pemantik imaji itu sebuah 'pemaksaan' otak kiri untuk mengembangkan imajinasi dari 10 kata tak terduga (dari pemikiran orang lain) hingga jadi satu paragraf awal cerita sebagai pondasi penciptaan karya. 

Caranya, ke-10 kata tadi harus bisa dirangkai jadi satu paragraf utuh. 

***
Dalam tengadah doa, aku menghimpun kenang tentangmu. Selagi signal tak bisa menghubungkan suara kita untuk membangun percakapan cinta. Sedang di luar, hujan membasah semesta. Seolah menerjemahkan ribuan ingatan yang jatuh menderas laksana percumbuan gerimis. Aku kelaparan, sayang. Lapar bualan-bualanmu yang membuat hatiku seakan berlompatan. Seperti anak sapi barangkali, atau kelinci binatang kesukaanmu. Katamu, "Kelinci itu imut, seperti imutnya rasa sayang kita." Gombal sekali, tapi aku menyukainya.

Tapi malam ini aku merasa kabut kegelisahan menerpa kalbu. Ada elegi yang hanya bisa kubahasakan lewat air mata. Saat telaga kesedihan telah penuh oleh duka perihal perpisahan di antara kita. Jarak membuat kita jauh dan aku betul-betul merindukanmu. Rindu kenangan saat kamu membersamaiku dalam kebahagiaan lahir-batin.

No comments:

Kegiatan

[Kegiatan][bleft]

Karya Kami

[Karya Kami][bleft]

Galeri

[Galeri][twocolumns]